Banci Tampil part 2 — yang penting eksis.. –

20 11 2008

BANCI TAMPIL ditujukan buat orang yang seneng jadi perhatian orang, sehingga bila ada kesempatan untuk tampil walaupun sedikit, ya dia tampil. Kenapa ada kata Banci? Mungkin karena awalnya yang mengeluarkan istilah ini ( Aduuuh siapaaa siiih orangnya..??) refers to Banci yang emang berani tampil dengan keadaan apapun, all out lah! Nah sekarang istilah ini juga di refers ke siapa aja yang demen tampil dimana-mana, dalam setiap situasi dan kondisi apapun.

Beberapa waktu yang lalu sy di ajak teman ** kalo bisa dibilang menjurus kepembujukan dan pemaksaan** ke satu acara yang katanya sih sudah 3 kali diadakan tapi baru kali ini diadakan di satu tempat yang “hype” di Makassar. Nama acaranya adalah KPID AWARDs. Maunya sihh acara ini jadi ajang penghargaan para praktisi radio, yaah kalo film ada FFInya, musik ada AMInya.. kalo dunia penyiaran inilah acaranya walaupun bukan untuk tingkat nasional. Katanya… Ajang ini memang khusus di buat oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Selatan sebagai bentuk apresiasi. Menurutku itu bagus karena pada dasarnya KPID sebagai satu badan yang mengawasi dan mengayomi bidang penyiaran tidak hanya sebagai badan “sweeping” untuk acara-acara dan pengisi acaranya yang keluar jalur. Ada punishment ada rewardsnya, gitu kali yaah.. Masih ingat dong kejadian Tukul.. hehehe. Ada salah seorang teman yg sempat cerita dia pernah dapat teguran, ada juga yang ditegur di telpon pas siaran, ada yang pake surat –sayang, buktinya kurang kuat jadi bisa melepaskan diri–. Membuat saya jadi agak sedikt-sedikit gimana.. gitu. Sepanjang sejarah gw siaran, gw alhamdulilah gak pernah kena tegur :-D sejutek apapun gw siaran di Madama –apalagi kalo partner gw juga berlidah silet.. –

Anyway datanglah gw ke acara tersebut walaupun agak telat. Begitu datang sedikit bersay-Hi dengan beberapa orang yang masih mengenal gw ( hehehe.. im still exist, babe..), naik ke ruangan VVIP, makan dan menonton dari atas. Oiya.. disana jeng “F”, pelaku utama pembujukan gw datang menemaniku menyimak para pengisi acara dan “rakyat jelata” ( begitu Jeng F menyebutnya) di bawah. Kalo Bapak I ada keknya lengkap nih regu Kelompencapirnya.. Secara lumayan banyak yang dikomentari.

Mulai dari Cater-nya.. dulu ya.. Duuh di ruang VVIP aja ada pembedaan antara 2 Cater yang jadi sponsor. Sebelum gw datang, Jeng F sudah duluan makan. Pas dia udah mengisi piring kosongnya di tanyalah dia sama mas-masnya,”Mbak..penyiar ya??” yang di jawab dengan anggukan oleh Jeng F. “Silahkan ambil makan di sebelah sana,”kata Masnya sambil nunjuk ke Cater yang lain. Wakakakakak… Diskriminasi banget sih.. PAdahal gw melenggang aja nyomot sana sini tanpa banyak interupt aturan-aturan yang konyol. Gak tahu deh, gaya gw kek C.E.O atau emang gw gak tanggap lingkungan kali yah.. Anyway, lagian cater yang “katanya” khusus penyiar itu nyatanya lebih enak di banding yang khusus pemilik.. :-D
Sementara di bawah sana para rakyat Jelata, Penyiar2 yang lebih suka bergabung dengan fansnya, cukup puas dengan snack kotakan. Dari tempat gw duduk mereka kelihatan nyaman-nyaman aja tuh.

Ok, let’s get over it. Next!

Walaupun gw telat datangnya, tapi ternyata pembacaan award belum juga di mulai. Ketika gw sudah comfy dengan tempat gw dua MC ( yang gak banget) memanggil pembaca award yang pertama. Sebenarnya untuk acara yang pertama kali diadakan secara terbuka, acara ini berjalan cukup lancar kecuali memang ada beberapa hal yang kalo gw bilang sih ganggu banget. Pertama, BAckdrop. Deeeuh.. miring bo’.. Kedua, mungkin karena sponsor utamanya adalah sebuah bank yang warnanya dominan Ijo, so dua MCnya harus berpakaian senada pula. MC cowoknya– yg gak berenti-berentinya mengannounce dari radio mana dia berasal — punya potongan badan yang jauh dari proporsional harus mengenakan baju bermotof Vertikal Hijau tua kuning muda, mungkin agar dia keliatan lebih ramping tapi malah mengingatkan saya pada Kue Lapis. Udah penampakan gak oke, suara jauh dari bagus ( Siapa sihh yang milih dia jadi MC — wait, siapa yang menerima dia jadi penyiar???) dan pembawaan yang terlalu mendominasi di panggung membuat saya jadi kasihan dengan partnernya yang menurutku membuat sepasang MC ini seperti BEAUTY and THE BEAST. Diluar semua itu mereka mengeluarkan segala daya upaya untuk tampil sebaik mereka bisa. Kapan lagi yaah di dandanin segitu rupa, di tonton oleh orang-orang di Liquid, di dengarkan di seluruh station radio se-sulsel dan  di siarkan langsung di 2 TV lokal. Ckckckckckc..gimana para banci tampil ini gak semangat. Mungkin saking semangatnya si kue lapis ini lupa soal durasi padahal dia sering mengatakan durasi penting banget makanya para pemenang tdk di perkenankan mengucapkan sepatah dua patah kata. Ya deeh.. yang banci yang tampil ehh.. yang banci tampil, kasih daaahh!!

Nah lain lagi dengan para pembaca award, mereka tentu saja di pasang-pasangin bukan dari radio yang sama. Gw juga gak tahu berdasarkan apa pemasangan itu tapi bisa jadi satu kesialan tersendiri juga bagi beberapa orang yang pasangannya gak match. Boleh jadi pasangan berdasarkan senior-junior, karena melihat pasangannya Jeng S dari radio M — Almamater gw niih- yang mungkin saking inginnya mengantisipasi kemungkinan di cela oleh rekan-rekan sejawat dan para klien2 yang sering meng-hirenya ato emang niat becanda aja dia sempat bilang,”ini bukan pasangan Oom dan keponakan,”katanya mengomentari pasangannya yang memang terlihat sangat jomplang dengan dirinya, dari radio yang segmennya beda buanget pula.. Owww teganya..

Bisa jadi hal ini menjadikan satu sama lain jadi merasa gak comfy karena merasa  gak match pembawaannya, penampilannya,ini lah itu lah…tralala.. Satu hal yang menarik adalah, mungkin ada diantara presenter ini yang dah biasa ngemsi di event-event besar sehingga bisa nutupin kekurangan partnernya tapi ada juga yang mungkin gak biasa tapi mencoba untuk menutupi nervousnya sehingga bertingkah yang sok lucu dan akhirnya mempermalukan diri sendiri secara tidak langsung. Ini terjadi pada penyiar radio D dengan komentarnya yang bisa gw kutip seperti ini : “Penyiar itu hanya gayanya ji di udara, tapi penampilannya ANCUR……” Oohhh .. kalo gw bilang sih, tergantung radionya kaliii yaaaah….Gak tahu deeh kalo situ ngerasa gitu.. hehehehe. Kasian juga secara dia sudah senior dan siarannya di radio jaringan pula.

Penasaran dengan banyaknya dialog-dialog yang gak mutu di panggung, besoknya gw sempatin bertanya pada salah satu kenalan yang jadi panitia acara apakah para presenter ini disiapkan dialog atau hasil kreasi sendiri. Ternyata panitia menyerahkan dialognya kepada mereka secara katanya mereka ini adalah para penyiar yang tentunya jago berkata-kata. Hehehehe i’m not really sure about it. Banyak kalimat-kalimat basi yang dilontarkan seperti,”Kamu cantik sekali hari ini.” Sekali denger, okelah.. Dua kali denger.. mmhh next. Tiga kali?? Aduuhh gak ada lagu lain yaaah yang bisa di contek? Kesannya para penyiar-penyiar cewek ini tidak biasanya kelihatan cantik dalam keseharian mereka siaran. Huhh.. coba deeh yang ngomong gitu lihat ke tempat siaran radio tetangga.. Lagipula karena sponsor acaranya adalah salah satu Tailor yang khusus mempromosikan baju-baju pengantinnya dan sebuah salon yang makeup khusus pengantin juga, mereka kelihatannya seperti mo ke kondangan kawinannya siapaaaa gituuuuu, malah ada yang tinggal gw cariin aja penghulunya. Halooo this is an award event, suppose to be you guys wearing gaun malam bukannya gaun pengantin. Lain kali cari sponsornya yang oke yaak.. :-)
Selain diisi dengan pembacaan award tentu saja di selipin dengan hiburan dari beberapa band. Mulai dari pengamen jalanan yang menamakan band mereka SAPU ( yoolooohh gak ada nama lain gitu?? Kayaknya nama band sekarang makin aneh-aneh aja.. ntar gw bahas juga di postingan berikutnya), ada juga band yang bawain lagunya Santana “Corazon Espidano” ( yg mereka sebut sebagai musik Country.. whatt?? BUkannya itu musik klasik? Hehehehehehe) dan ada juga satu band indie namanya “UchU and Friends” yang menurutku lumayan juga suara vokalisnya. Tapi sebenarnya yang paling penting adalah awardsnya itu. Namanya juga ajang penghargaan bagi Pejuang penyiaran ( katanya KPID ya), mo tahu dooong siapa aja yang dianggap sebagai yang terbaik.

Ada beberapa kategori yang di lombakan walaupun dengan nominator yang terbatas. Usut punya usut banyak radio yang malas memasukkan acara-acaranya sesuai dengan kategori yang ada dengan berbagai macam alasan. Padahal masukin aja yaaah.. yang penting meramaikan. Menang gak nya kan itu urusan kedua yang penting acara dan radio lo terekspose seluas-luasnya dan membangkitkan keinginan tahuan orang untuk denger radio dan acara lo. Mmh.. mereka tuh gak total banci tampilnya berarti hihihi..

Anyway dari berbagai kategori yang di perlombakan most of all pemenangnya gak ada yang bener-bener pantas. Misalnya, ada satu kategori INSPIRING PROGRAM yang di menangkan oleh acara Jual-jualan barang. Inspirasinya dapat dari mana tuuhh? Ternyata menurut Juri ini dikarenakan acara ini adalah acara pertama jual-jualan di udara dan akhirnya diikuti oleh stasiun radio dan tv lainnya di Makassar. Halluuuuuuuuuuuu it could be any station outside Makassar who did it first. KAlo kek gitu sih yaaa mungkin nama kategorinya itu bisa di rubah bukan INspiring, apa kek.. Innovation apalah gitu.. Secara kalo inspiring itu kesannya kek memberikan kita inspirasi untuk berbuat sesuatu yang lebih baik.

Ada lagi nih kategori Talkshow terbaik yang di menangkan oleh Radio D dengan acaranya ” Indonesia Siesta” yang menurut gw gak pantas banget memenangkan ini.  Alasannya, SATU : Ini kan acara jaringannya Radio D secara nasional, bukan asli program acara lokal walaupun yang di daftarkan itu mengangkat topik Lokal Makassar. KEDUA : Indonesia Siesta itu bukan pure acara talk show seperti acara dari tiga radio nominator  lainnya. Yang di daftarkan itu hanya a part of the show. KETIGA : Is it Shahnaz Haque dan Gilang Pambudi itu penyiar radio “D” Makassar? MMh.. you figure it out deh! Ini kan acara KPID SUlSEL khusus untuk penyiaran SULSEL bukan Nasional. Kenapa juga harus di menangin? MAsuk kategori ini aja keknya dah maksa banget deh. Kek gak ada acara lain.. kek gak ada radio lain. PAdahal tiga radio lokal nominator lainnya, bukan jaringan,talkshownya keren-keren juga tuuh.  Diluar  alasan Jury  yang mengatasnamakan kurangnya radio yang mendaftarkan acaranya, gw rasa tetap aja gak masuk akal apapun itu. Sori yaah.. gw bukannya gak suka INdonesia Siesta–gw salah satu pendengarnya juga– tapi yaah tetap aja kale yah ada ketimpangan yang sangat jelas disini. Tapi mungkin ada bagusnya juga agar para producer dan penyiar radio lokal bisa lebih berusaha lagi agar siarannya sebagus siaran talkshow radio Jakarta.

Duuh sebenarnya banyak sih kekurangan-kekurangannya. Begitu acara selesai kata teman gw si Jeng F banyak juga sesama praktisi radio yang menyaksikan ngumpul-ngumpul sambil ngobrolin pemenang dari kategori yang banyak gak pantas itu. Gw sih setelah ber-say Hi dengan beberapa orang, say goodbye dengan people surrounding me yang chitchat ama gw sepanjang acara gw langsung cabut. Selain gak tahan ama asap rokoknya, gw juga gak tahan ama kebisingan para Panitia dan pembaca awards yang mulai narsis-narsisan foto-foto sambil nyanyi lagu Gebyar-Gebyar ( What a song.. must be hard to choose a song that everybody could sing) dengan suara yang gak banget.

Yah apapun itu namanya juga satu langkah lagi mewujudkan apresiasi terhadap dunia penyiaran dan pelakunya. Mungkin tahun depan ada penyiar radio/TV terbaik kali yaaah.. Biar para banci tampil ini poool narsisnya. Hehehe.. yang penting eksis, babe.. ya gak??


Actions

Information



3 responses to “Banci Tampil part 2 — yang penting eksis.. –”

21 11 2008
  kHie (06:56:22) :

wew…terlalu banyak inisial :D

24 11 2008
  yuyun Ariesty (01:44:24) :

wah…waahh.. lu bener2 jadi pemantau yah di kpid awards. apa yg lu tulis di atas jadi bahasan di radio gw jg. gak tahu yg jadi tim juri-nya siapa yah..?? btw untung gw gak dateng, liat bentaran di tipi aja gw ngakak liat MC dan pembaca2 nominasinya,wakakakakz.. yg pasti gw kagak mau nambah dosa dengan posting hal-hal yg berbau kejelekan org,hehehehe… enakan ngoperate siaran aja, wuueenak tenaaannnn.. teuteup dibayar pula,,,, :)

25 11 2008
  lovely-vey (04:25:11) :

oohh sesuai tagline blogku : Ceriwis-sinis-sedikit sadis-tapi tetap manis dooonggg..

Kalo ada orang yang gak mau terima kritikan, berarti dia gak mau maju. Ini bukan masalah dosa apa gak, toh sy postingnya di blog yang bisa di baca oleh siapapun dan kapanpun. Yahh kalo mereka gak baca.. sy cuman bisa bilang ,”Masalah..Lo!!!!”

@@ Khie..
Tebaklah siapa mereka…

Leave a comment

You must be logged in to post a comment